H. USMAN PERDANAKUSUMA, SH, MBA, namanya cukup familiar sebagai salah satu Direktur Utama di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Lulusan Pacific State University, California, Amerika Serikat (1991) yang juga mantan Staf Ahli Bulog dan mantan Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja ini diberikan kepercayaan oleh Pemerintah untuk menduduki jabatan Direktur Utama PT GARAM (Persero) 2013 – 2015. Pria yang hobi membaca dan organisasi ini, semasa SMA  pernah menjadi ketua OSIS, Ketua Umum Kelompok Ilmiah Remaja – DKI Jakarta (1978 – 1980) serta selepas SMA aktif diberbagai organisasi antara lain ; HMI, Menwa, KNPI, dan organisasi kepemudaan lainnya.

Jabatan tersebut merupakan amanah sekaligus tantangan untuk membenahi PT Garam yang selama ini dalam kondisi terpuruk, dilanda konflik, terjerat masalah hukum, hidup segan mati tak mau.

Berbagai upaya pembenahan manajemen pun segera dilakukan dengan melakukan konsolidasi dan reformasi mendasar oleh pria yang pernah menjadi Direktur Utama SAS Manpower Development (1991 – 1993) dan pernah juga bekerja di perusahaan konsultan di Amerika Serikat.

Alhamdulillah, berkat tangan dinginnya dalam setahun laba PT Garam melonjak hampir 75%, produksi garam meningkat tiga kali lipat, dan gaji karyawan naik 45%. Hal ini pertama kalinya dalam sejarah, setelah selama 20 tahun tidak pernah berproduksi maksimal. Dibawah kepemimpinan Usman, PT Garam juga berhasil mengelola 5.000 ha lahan secara terintegrasi dan menaungi 12 ribu petambak mitra binaan di seluruh Indonesia.

Bersama seluruh staf dan karyawan PT Garam (Persero) Usman melakukan gerakan “Great Transformation” dalam rangka membangun citra dan menggembleng mental, kepercayaan, kedisiplinan dan etos kerja guna meningkatkan produktivitas kerja yang maksimal, maka dalam waktu tidak sampai satu tahun terjadi perubahan luar biasa pada PT Garam.

Kemudian atas prestasinya yang gemilang, penyandang gelar Master Business of Administration (MBA) dengan predikat cumlaude di Pacific State University, Amerika Serikat ini kembali lagi dipercaya menjadi Direktur Utama PT Perikanan Nusantara (Persero) pada tahun 2015 – 2017.

Usman pernah mengikuti beberapa pelatihan di luar negeri antara lain: ILO (Organisasi Buruh Internasional – PBB), Harvard University-Amerika Serikat, Kyoto University-Jepang ini berhasil melakukan perubahan-perubahan. Alhamdulillah, ditangannya perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang industri perikanan ini bisa bangkit dari keterpurukan dan tidak membebani negara lagi, dengan melakukan upaya-upaya pembenahan mendasar pada organisasi dan manajemen SDM.

Menuju Senayan

Usman Perdanakusuma yang berpengalaman lebih dari 20 tahun di pemerintahan dan BUMN ini, ingin memberikan sumbangsihnya kepada Bangsa dan Negara.  Guna mewujudkan cita-citanya itu, dengan terlebih dahulu meminta pendapat dan memohon do’a restu dari kyai, alim ulama dan tokoh masyarakat maka dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahiim Usman membulatkan niat dan tekadnya pada Pemilu 2019, berjuang bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan menjadi calon anggota legislatif DPR RI Periode 2019 – 2024 dari dapil Jakarta III (Jakarta Utara, Jakarta Barat, Kepulauan Seribu) dengan nomor urut 1.

Suami dari dokter Susyaning Rahayu, SpOG ini ingin memperjuangkan nasib umat utamanya penguatan ekonomi umat dan penyediaan lapangan kerja, perbaikan nasib buruh, petani, petambak, nelayan termasuk saudara-saudara kita yang hidupnya berada di bawah standar hidup layak. Insya Allah.

VISI

Indonesia yang Unggul, Berdikari, Berdaulat dan Berpihak pada Rakyat Kecil yang Dilandasi Akhlaqul Karimah

MISI

  1. Terwujudnya swasembada pangan, utamanya kebutuhan pangan pokok (tidak lagi tergantung pada impor)
  2. Mendorong penguatan ekonomi umat.
  3. Peningkatan kualitas SDM dan pelatihan keterampilan madrasah dan pondok pesantren.
  4. Perluasan lapangan kerja dengan mendorong investor lokal dan luar negeri.
  5. Keberpihakan dan peningkatan kesejahteraan PEKERJA, PETANI, PETAMBAK dan NELAYAN.
  6. Pemberdayaan sumber daya laut sebagai masa depan bangsa.
  7. Pembangunan ekonomi kerakyatan yang berbasis pondok pesantren.
  8. Penegakan HUKUM, HAM dan KORUPSI secara konsisten dan adil.

“BerSATU Membangun Negeri, Berjuang untuk Rakyat”

Bela UMAT, Bela NKRI