18
Sep

Mantan Dirut Garam: India dan Australia Bisa Ekspor, Kenapa Kita Tidak Bisa?

Rilis.id – Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garam Usman Perdanakusuma mengatakan, Indonesia punya potensi besar jadi pengekspor garam. Selain memiliki garis pantai terpanjang, Indonesia memiliki lahan luas untuk dijadikan tambak garam.

Usman menyebutkan, selain Madura, Nusa Tenggara Timur (NTT) pun berpotensi besar dijadikan lahan tambak garam. Negara hanya butuh memanfaatkan lahan, dengan menggunakan teknologi canggih.

“(Kita) sangat bisa mengekspor garam, kenapa tidak? India dan Australia bisa, kenapa kita tidak bisa? impor saja bisa dipaksakan,” katanya saat dihubungi rilis.id Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Dengan pengembangan teknologi, pemerintah tidak perlu menerapkan kebijakan impor garam dari luar negeri. Dengan demikian, kesejahteraan petani garam bisa diwujudkan.

“Tapi harus terpadu atau integrated lah, kalau ada niat dari semua pihak dan stakeholder tentu itu bisa terwujud. Lalu buat apa kita impor,” imbuhnya.

Pemerintah dinilai terus melakukan impor, akibatnya petani garam semakin kesulitan memperoleh pendapatan. Lanjutnya, ia pun heran dengan keputusan impor yang muncul tiba-tiba dan keputusan dibuat tanpa perencanaan lebih dahulu.

“Kalau ada kebutuhan mendesak, kenapa tidak dibuat perencanaan dari jauh-jauh hari. Kalau sekarang tidak bisa, ya dicari yang bisa,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyampaikan bahwa Indonesia tak perlu lagi melakukan impor pangan, termasuk impor garam. Ini didukung sumber daya alam (SDA) yang lebih dari cukup. “Presiden mengatakan seperti itu. Jadi kita harus swasembada garam, dan semua pihak harusnya bergerak,” tutupnya.

Leave a Reply